Hidup Di Dunia Ini Tidak Ada Yang Kekal

Hidup Di Dunia Ini Tidak Ada Yang Kekal. Selingan sebentar sambil kerja, saat datang di tempat ibadah ada kalimat yang Saya menjadi selalu ingat yaitu adalah tentang hidup di dunia ini tidak ada yang kekal. Mendengar kalimat tersebut sering Saya pahami seperti hal yang terlihat klise saat sebagian orang tentunya mengejar kekayaan yang sifatnya material, tetapi setelah memahami kalimat tersebut Saya yakini benar adanya. Mengapa benar? Hal ini Saya rasakan saat melihat pengalaman dan pengamatan Saya sendiri.

Juliawan Chandra Wijaya

Juliawan Chandra Wijaya

Dulu saat Saya sekolah dan kuliah melihat teman Saya sudah punya mobil, dan Saya masih naik sepeda dan sepeda motor. Saya rasakan enak benar teman saya punya mobil dan bisa mengendarai mobil dan dingin di dalam. Saya juga ingin merasakan seperti hal tersebut, tetapi dulu Saya gak punya, dan sekarang Saya punya dari hasil usaha sendiri. Rasanya nikmat mengendarai mobil sendiri tetapi setelahnya jadi memiliki dan bisa mengendarai unit mobil biasa saja ya begitu. Yang berasal dari usaha sendiri rasanya lebih nikmat. Unit mobil dan benda lain yang bisa dibeli di dunia ini adalah sifatnya sementara saja bukan setelah kita gunakan. Yang membedakan hanya dari sisi fitur, spek, dll karena perubahan kemajuan teknologi yang akan selalu ada.

Hal lainnya juga Saya rasakan saat sekarang masih menjadi agen properti yang dimana Saya suka dengan info pengetahuan produk properti. Saya jadi tahu dan mengerti tentang surat-surat properti seperti misalnya SHM, IMB, NJOP, NJOPTKP, Akad Kredit, AJB, PPJB, KPR, KPA, dll.

Saat Saya diundang pertama kali melihat rumah klien Saya yang begitu besar dan mewah sekali dan ada ruangan void bisa dipasang lift di dalamnya, sempat Saya berpikiran pasti repot sekali punya unit rumah sebesar ini dan Saya perkirakan unit rumah tersebut mempunyai harga valuasi Rp 11 Miliar. Unit rumah di kawasan elite dan mewah serta sistem keamanan yang juga canggih. Menyapu dan membersihkannya pastinya juga lebih merepotkan. Tetapi bisa membeli unit rumah yang mewah dan juga mahal tidak ada salahnya juga hehe untuk investasi bagi yang mampu. Lebih baik bukan berlebihan tetapi berkecukupan. Cukup saat membeli makanan, dll.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *